Search

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan dan AMDAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan dan AMDAL. Tampilkan semua postingan

Pengantar AMDAL



Ø  AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan atau kegiatan (UU RI No.23/1997)
Ø  AMDAL terdiri dari 4 dokumen utama yakni:
  1. Kerangka Acuan (KA)
Kerangka acuan adalah uraian tugas yang harus dilakukan dalam studi ANDAL. Kerangka acuan sama dengan proposal atau panduan.

  1. ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan)
Adalah kajian ilmiah prosedural yang harus dilakukan untuk menduga dampak besar dan penting. Jika dampaknya tidak besar dan penting maka perlu diselesaikan dengan UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan)/UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup).
Faktor- faktor penentu dampak besar dan penting adalah:
a.       Jumlah manusia yang akan terkena dampak
b.      Luas wilayah persebaran dampak
c.       Lamanya dampak berlangsung
d.      Intensitas dampak berlangsung
e.       Banyaknya komponen lingkungan lainnya yang terkena dampak
f.       Sifat akumulatif dampak
g.      Berbalik (reversible) atau tidak berbalik (irreversibel) dampak
Contoh: Untuk pembangunan RS tipe A & hotel yang jumlah kamarnya > 200 dilakukan AMDAL sedangkan untuk pembangunan RS tipe C, depo pertamina & hotel dengan jumlah kamar ≤200 dilakukan UKL/UPL.

  1. RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup)
Adalah dokumen yang mengandung upaya penanganan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup yang ditimbulkan akibat dari rencana usaha dan atau kegiatan.

  1. RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup)
Adalah dokumen yang mengandung upaya pemantauan komponen lingkungan hidup yang terkena dampak besar dan penting akibat dari rencana usaha dan atau kegiatan.
Ø  Selain 4 dokumen utama AMDAL tersebut, terdapat pula dokumen tambahan berupa Ringkasan Eksekutif, yang merupakan abstraksi dari AMDAL secara keseluruhan. Ringkaan eksekutif ini biasanya diberikan kepada pejabat- pejabat berwenang seperti bupati, gubernur, dll
Ø  Dalam AMDAL juga dikenal istilah pemrakarsa/ proponen. Istilah ini sama artinya dengan pengusaha/ investor.
Contoh:
-          Untuk rumah sakit tipe A dan B, pemrakarsa/ proponennya Dinkes Prov
-          Untuk rumah sakit tipe Cc pemrakarsa/ proponennya Dinkes Kab/ Kota
-          Untuk pembangunan dermaga, pemrakarsa/ proponennya Dinas Perhub

Inilah 10 Ekosistem Pulau Terunik Di Dunia


Banyak pulau-pulau terpencil di seluruh dunia memiliki beberapa fauna dan flora yang unik di dunia. Beberapa spesies tanaman dan hewan tidak ditemukan di tempat lain dan telah berevolusi khusus.

Karena pulau-pulau ini menyediakan tempat berlindung dari persaingan ketat yang dihadapi oleh spesies di benua itu, spesies akan berkembang memanfaatkan kondisi yang mereka hadapi.

Sebagai warisan sejarah evolusi unik, ekosistem ini adalah harta alam yang tak tergantikan. Berikut ini adalah daftar 10 pulau ekosistem yang paling unik di dunia.



1. Mona Island

Pulau Mona terletak di tengah Mona Passage dan secara administratif merupakan bagian dari Puerto Rico. Ini adalah yang terbesar dari tiga pulau yang terletak di selat, yang lain adalah Pulau Monito and Pulau Desecheo.


Pulau ini ditemukan oleh Columbus tahun 1493, selama perjalanannya yang kedua ke Dunia Baru. Pulau Mona telah menjadi cagar alam sejak 1919 dan tak berpenghuni lebih dari 50 tahun.

Karena topografi dan ekologi yang unik maka Mona, Desecheo dan Monito telah dijuluki sebagai "Kepulauan Galapagos Karibia".

http://images.travelpod.com/users/bellavita/1.1239569400.mona-island-lagoon.jpg
Iguana Mona yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia, dianggap spesies yang paling spektakuler di pulau itu.

Sebagai herbivora asli terbesar yang berasal dari ekosistem ini, maka sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara iklim dan vegetasi.

Pulau ini juga rumah bagi banyak gambar gua yang ditinggalkan oleh penduduk pulau pada masa pra-Columbus.




2. Sir Bani Yas

Sir Bani Yas adalah pulau terbesar alam di Uni Emirat Arab. Selama dua dekade terakhir pulau itu telah dirubah menjadi suaka margasatwa oleh oleh penguasa Uni Emirat Arab, Sheikh Zayed.


Jutaan pohon ditanam dan banyak spesies hewan diperkenalkan ke pulau, termasuk rusa, rhea, jerapah, dan burung unta.

http://www.lushbling.com/wp-content/uploads/2008/12/lush-wildlife.jpg
The Arabian gazelle, jenis kijang, sekarang sudah punah di alam liar, tetapi Sir Bani Yas Island adalah rumah bagi lebih dari 400 ternak yang berkeliaran dengan bebas di pulau itu.



3. Lord Howe Island

Lord Howe Island adalah sebuah pulau kecil di Laut Tasman, 600 kilometer (370 mil) timur dari daratan Australia.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8wuknO53_zszYjLqonz2OIDbwO1bXL41DT4b_Pt8kMuLJOzVHkEG7R6jq_2ugzvGrjkjl3k7xINMJEwgvqGehNf6PHvWYETeUJs9KglWmgX8oXmBZujngCZ9kB-S35_jZ-z9f1HHHL48v/s400/Lord+Howe+Island.JPG
Lord Howe Island adalah sebuah contoh luar biasa dari suatu ekosistem pulau yang dikembangkan dari aktivitas gunung berapi bawah laut, memiliki keragaman pemandangan langka, flora dan fauna.

Hampir setengah dari tanaman asli pulai ini merrupakan endemic. Salah satu yang paling terkenal adalah Howea, yang merupakan anggota genus palm yang dikenal dengan palm kentia dan dapat menjadi tanaman penghias rumah.

http://desktopnature.com/4951-2/Lord+Howe+Island_+Australia.jpg
Beberapa juta diekspor setiap tahun yang merupakan sebuah industri besar di pulau itu selain pariwisata. Pulau Lord Howe berpenduduk sekitar 350 orang. Hanya 400 wisatawan yang diizinkan untuk mengunjungi pulau ini pada satu waktu.



4. Mount Bosavi

Gunung Bosavi adalah sebuah gunung berapi di Dataran Tinggi Selatan Provinsi Papua New Guinea. Sebuah ekspedisi pada tahun 2009 oleh sebuah tim ilmuwan internasional dan kru televisi dari BBC telah menemukan lebih dari 40 spesies.

http://lelosusilo.files.wordpress.com/2010/10/tikus-raksasa-mount-bosavi3.jpeg
Sebelumnya tidak diketahui ketika mereka turun ke kawah dalam Gunung Bosavi dan mengeksplorasi habitat hutan perawan yang dipenuhi kehidupan yang telah berkembang dalam isolasi sejak gunung berapi meletus terakhir pada sekitar 200 000 tahun yang lalu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhywJeHG5gc8Ko6a9bE-pSGyya2keq_MwH16J88-DSXA95hCOtxqHyyzeIz2r-aRhkTv5XSJDGiaXS-jraanOPwX2J8zB9kkIxR7eovWF-3q4gRZSREyju6zx_Q4BmeouUqoL8qLW86hUNm/s400/An-iridescent-Beetle-mount-bosavi-amazing-pictures-nature.jpg
Spesies yang ditemukan di tempat ini adalah 16 spesies katak, setidaknya 3 ikan, aneka serangga, laba-laba, kelelawar dan seekor tikus raksasa, berukuran 82 cm (32 inci) dari hidung ke ekor dan berat sekitar 1,5 kg.



5. Ogasawara Islands

Kepulauan Ogasawara adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 30 pulau subtropis dan tropis, secara administratif merupakan bagian dari Tokyo tetapi terletak sekitar 1.000 kilometer (620 mil) di selatan kota.

http://humble-traveler.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/02/ogasawara-islands.jpg
Sampai 1830, Kepulauan Ogasawara tidak berpenghuni dan disebut "Muninjima" (berarti "pulau tak berpenghuni") yang berubah nama menjadi Bonin Islands.

Karena mereka telah bebas dari aktivitas manusia sampai saat ini, ekosistem pulau telah dijaga dengan baik. Kepulauan Ogasawara kadang-kadang disebut sebagai Galapagos Timur.

http://en.japanhotspot.net/feel/photos/importantecosystem/image/ogasawara01.jpg
Saat ini ada sekitar 2.300 orang yang tinggal di pulau Chichijima dan Hahajima, dan sekitar 17.000 wisatawan mengunjungi pulau-pulau setiap tahun, karena tertarik oleh ekosistem pulau yang unik dan keindahan lautnya.



6. Mount Roraima

Sebuah “gunung meja” ditemukan di dataran tinggi Guyana di Amerika Selatan. Tepui yang tertinggi (2772 m/9094ft) dan paling terkenal adalah Gunung Roraima.


Karena gunung benar-benar diisolasi dari tanah hutan, hampir sepertiga dari spesies tanaman hidup di Roraima berevolusi di sana menjadi bentuk yang unik di dataran tinggi.

Gunung Roraima telah dibuat terkenal pada tahun 1912 ketika Sir Arthur Conan Doyle menulis novel fiksi yang berjudul The Lost World.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPDmv9dD2RjkSKdd-7YSXxf3YPuvKCkiA-zY1hwxqguqf3LwTj7e1YlOfnZWKna2cXPX8LGxw9HEph1_UX2wCKootbyH4xgw9l7lNDMOWhU4ycokPzCCjRBku7sg3BZMZD1U7rMmbGe3o/s1600/Mount-Roraima.jpg
Dia menggambarkan pendakian gunung Roraima oleh sebuah ekspedisi untuk mencari tanaman prasejarah dan dinosaurus yang ternyata mereka hidup terisolasi dan tidak berubah selama jutaan tahun di puncak gunung.



7. Christmas Island

Dinamakan pada 1643 untuk hari penemuan, Christmas Island merupakan wilayah Australia di Samudera Hindia. Pulau ini terletak 2.600 kilometer (1.600 mil) barat laut kota Perth.


Kota ini memiliki populasi sekitar 1.400 jiwa. Geografis yang terisolasi dan sejarah gangguan manusia yang minimal di pulau menyebabkan endemic yang tinggi di antara flora dan fauna di sana.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2Xul6osw-27vYHGnsR2kshyphenhyphenrmjYUCBGxYwEESGSn64VggPnqU3y0KffIjjY_o0LMmvTbCrw6d_mZJ4d2ZP79d6y-nHlQshtZwPXDVRwDtbPOxU54DT-wSHWN_g1lfZV3qItHqX8eoUzF0/s640/christmasisland05.jpg
Spesies endemik pulau yang paling terkenal mungkin adalah kepiting merah. Meskipun terbatas pada wilayah yang relatif kecil, diperkirakan bahwa sampai saat ini terdapat 120 juta kepiting merah dapat hidup di pulau itu, sehingga menjadi yang paling melimpah dari 14 spesies kepiting darat di Christmas Island.

Migrasi massal tahunan kepiting merah ke laut untuk bertelur telah disebut salah satu keajaiban dunia alami dan berlangsung setiap tahun sekitar November.



8. Socotra

Socotra atau Soqotra, sebuah daerah di lepas pantai Yaman, adalah sebuah kepulauan kecil dari empat pulau di Samudera Hindia. Pulau terbesar, juga disebut Socotra, mempunyai luas sekitar 95% dari daratan kepulauan.


Pulau ini sangat terpencil dan terletak sekitar 240 kilometer (150 mil) timur Tanduk Afrika dan 380 km (240 mil) selatan Semenanjung Arab.

Isolasi waktu geologi di kepulauan Socotra dan panas sengit dan kekeringan telah memberikan kontribusi untuk menciptakan ekosistem yang unik dan menakjubkan.

http://ajeeiz.files.wordpress.com/2010/07/socotra_island.jpg
Survei telah mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga dari 800 atau lebih spesies tanaman dari Socotra yang tidak ditemukan di tempat lain.



9. Komodo National Park

Taman Nasional Komodo adalah sebuah taman nasional di Indonesia terletak di Kepulauan Sunda Kecil. Taman mencakup tiga pulau utama Komodo, Padar dan Rincah, dan 26 yang lebih kecil.


Taman ini awalnya didirikan untuk melestarikan Komodo Naga yang unik, kadal terbesar di dunia. Sejak itu tujuan konservasi diperluas untuk melindungi seluruh keanekaragaman hayati, baik laut dan darat.

Komodo adalah reptil hidup terbesar dan bisa mencapai 3 meter atau lebih panjangnya dan beratnya lebih dari 70 kg. Karena ukuran mereka, kadal ini mendominasi ekosistem pulau di mana mereka tinggal.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVmBx8LnkuouTvgVqkT3q-uTJejcwBDtz6gTKXSDQqacoLPBVm4HyyXFaNk3aO-7w-oETDOikdTyzkTsBkQWDdV6IdC7CIvaLfGnSx6x8UnjfLxoCkPlcvd-EiyMgE8R3B4IOMMmd1yrI/s1600/042509-0547-itineraryre10.jpg
Meskipun Komodo kebanyakan makan bangkai hewan yang mati, mereka adalah predator tangguh dan juga akan berburu mangsa termasuk burung, dan mamalia.



10. Galapagos Islands

Kepulauan Galapagos adalah kepulauan kecil yang termasuk pulau vulkanik di Ekuador di Samudra Pasifik bagian timur. Pulau-pulau yang cukup terpencil dan terisolasi, terletak sekitar 1000 km (620 mil) barat Amerika Selatan.

http://www.peruluxurytravel.com/images/photos/galapagos/galapagos1.jpg
Kepulauan Galapagos terdiri dari 15 pulau utama, tiga pulau yang lebih kecil dan 107 pulau batu dan tersebar di sekitar khatulistiwa.

Kepulauan Galapagos terkenal di duni karena ekosistem yang unik dan pulau yang merupakan sumber inspirasi bagi teori seleksi alam oleh Charles Darwin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUq31cD_6dax9ZmYuOkx-iSP6sV2neTsAPGsct9ktxMFHyGZcR9Peq46cG0TgTVRprvabWW13sOYQai0wEcwUgXQI1hN84GtnJYYl4j_kEeDJl1OKVn_GrXV6LINg3oc9o7L9tIQJleCw/s1600/galapagos+island.jpg
Kura-kura raksasa, singa laut, penguin, iguana laut dan spesies burung yang berbeda semua dapat dilihat dan didekati.

Kontrol ketat terhadap akses wisata diselenggarakan dalam rangka untuk melindungi habitat alam. Pulau-pulau saat ini menerima rata-rata 60.000 pengunjung per tahun.

Sumber :
kaskus.us

Transport Dan Transformasi Ground Level Ozon

Studi Di Kota Bandung

Oleh : Andria Sukowati


Pendahuluan

Peningkatan dampak dari ground level ozon terhadap kesehatan manusia dan ekosistem telah banyak diketahui dari berbagai studi. Di Indonesia, berdasarkan PP 41/1999, tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dan Kep 45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara, telah dilaksanakan pengukuran kualitas udara, termasuk untuk parameter ozon, secara kontinyu dengan peralatan yang terintegrasi dalam Air Quality Monitoring System yang dilaksanakan sejak 1999 dan dioperasikan mulai 2000. Sistem ini meliputi kegiatan monitoring kontinyu di 10 kota yaitu Medan, Jambi, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, dan Denpasar. Meliputi 33 buah fixed monitoring stasion, 9 buah mobile monitoring station.
  Kota Bandung terletak pada 107° Bujur Timur dan 6°55’ Lintang Selatan, dengan ketinggian 675-1050 dpl. Rata-rata temperature berkisar antara 15° C pada malam hari dan 29° C pada siang hari, dengan tidak ada perbedaan yang berarti pada variasi musim. Stasiun pengukuran terdapat di lima lokasi Dago Pakar (1), Tirtalega (2) , Batununggal (3) ,  Aria Graha (4), Cisaranten (5). Mobile monitoring stasion dioperasikan secara berkeliling di wilayah Jawa Barat. Daerah meliputi Kabupaten  dan Kota Cirebon, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kota Depok.

 

Metodologi


            Pengukuran ambient kontinyu di Bandung telah dimulai pada akhir 2000. Ozone dimonitor dalam 30 menit dengan menggunakan metoda non dispersive ultraviolet absorptiometry. Output analog dapat dipilih dari nilai sesaat, yaitu nilai kumulatif atau nilai rata-rata. Komunikasi data berupa output digital ke computer station dengan software UWEDAT.
                Metoda analiser adalah metode penyerapan ultraviolet berdasarkan pada karakteristik ozon dalam menyerap sinar UV panjang gelombang tertentu yang dipancarkan dari mercury lamp yang terdapat pada analiser.
Cara kerja analiser adalah gas sample setelah melewati filter dibagi menjadi dua aliran oleh solenoid valve. Gas sample cabang aliran petama dimasukkan dalam ozon decomposer dimana ozon dihilangkan , dan dialirkan kembali ke dalam sel sebagai gas referens. Gas sample aliran kedua dialirkan langsung ke dalam sel sebagai gas yang diukur. Sel pengukuran disinari dengan lampu merkuri yang memancarkan sinar UV dengan panjang gelombang 253.7 nm. Sinar yang diserap oleh ozon dilacak dengan detector berupa fotodioda yang akan mengirimkan sinyal listrik. Variasi signal listrik yang dikirm oleh detector menunjukkan variasi konsentrasi ozon yang terukur pada sample, yaitu selisih konsentrasi dalam gas sample dengan gas referens.

Teknik Pengumpulan Data Dalam Aspek Sosial Amdal

Data. yang dihimpun dalam aspek sosial AMDAL akan dipergunakan untuk penyusunan pelingkupan, penyajian rona lingkungan, •prediksix' evaluasi maupun penyusunan Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (RKL/ RPL). Dengan demikian teknik pengumpulan data dalam studi dampak sosial ditujukan untuk men "supply" proses studi tersebut. Bab ini akan menguraikan beberapa teknik pengumpulan data utama yang biasa dipergunakan dalam studi dampak sosial. Uraian ini diakhiri dengan rangkuman dalam bentuk matriks penggunaan teknik pengumpulan data dan proses studi AMDAL sosial. Pada akhir bab, diuraikan teknik triangulasi yang merupakan teknik kombinasi dalam rangka memperoleh informasi yang akurat dan mendekati kebenaran.


1. PERTIMBANGAN PEMILIHAN TEKNIK PENGUM¬PULAN DATA
Ada tiga pertanyaan mendasar dalam memilih teknik pengumpulan data:
a. data apa yang harus dikumpulkan? Dalam konteks AMDAL sosial, data yang harus dikumpulkan berkaitan dengan komponen yang diperkirakan akan terkena dampak. Hanya komponen yang terkena dampak yang menjadi fokus dalam penelitian AMDAL. Misalnya, studi dampak sosial tentang Kawasan Industri, aspek-aspek yang menjadi perhatian meliputi tingkat pendapatan, kesempatan kerja, tingkat kenyamanan, kesehatan masyarakat dan pola hubungan sosial. Hanya data yang berkaitan dengan komponen tersebut yang dihimpun.
b. bagaimana karakteristik sumber data? Ciri-ciri responden misalnya ti.ngkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi, jenis pekerjaan, homogen atau heterogen akan menentukan teknik pengumpulan data. Responden dengan tingkat pendidikan rendah dengan jenis pekerjaan petani atau nelayan akan cocok menggunakan wawancara langsung yang disertai pedoman pertanyaan atau kuesionair dari pada dengan kelompok diskusi terfokus.
Ketersediaan dana, tenaga, waktu dan keahlian juga merupakan pertimbangan dalam memilih teknik pengumpulan data.

2. BEBERAPA TEKNIK PENGUMPULAN DATA UTA MA
Beberapa teknik utama yang sering digunakan dalam studi dampak sosial diantaranya:
a. Kuesionair
b. Wawancara
c. Observasi
d. Delphi
e. Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion)
f. Ethnography
g. Triangulasi

A. Kuesionair
Penggunaan kuesionair didasari oleh suatu keyakinan bahwa responden atau nara sumber adalah orang yang paling mengetahui tentang dirinya sendiri. Apa yang dinyatakan oleh responden dianggap benar dan dapat dipercaya. Interpretasi responden atas pertanyaan¬pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dianggap sama dengan apa yang dimaksudkan oleh peneliti. Karena itu maka kuesionair disebut sebagai laporan tentang diri sendiri atau self report.
Kuesionair dibagi dalam dua kategori:
 Tidak langsung di mana kuesionair dibagikan pada responden. Jika telah diisi lengkap, kuesionair dikirim kembali kepada peneliti atau si peneliti yang mengambilnya dari responden.
 Langsung di mana peneliti menggunakan kuesionair dan langsung mewawancarai responden.
Menurut jenis pertanyaannya, kuesionair dibagi ke dalam kuesionair tertutup dan terbuka. Tertutup jika jawaban atas pertanyaan dalam kuesionair telah disiapkan dengan beberapa pilihan. Disebut terbuka, jika setiap poin pertanyaan belum disediakan jawaban. Responden dapat menyatakan pendapat sesuai dengan keyakinannya, lalu peneliti membuat kategori kemudian.
Menurut Finterbusch (1983: 75), penggunaan kuesionair dalam pengumpulan data disebut sebagai survai. Setelah kuesionair selesai didesain, perlu dilakukan pretest untuk meyakinkan bahwa pertanyaan dalam kuesionair relevan dengan kondisi dilapangan.
Beberapa prinsip dalam menyusun pertanyaan dalam kuesionair: - pertanyaan harus jelas, artinya mudah dipahami oleh responden dan tidak mengandung arti ganda.
 Pertanyaan harus pendek. Panjangnya pertanyaan akan membuat kesulitan mencerna dan mengingat tentang apa yang dimaksud.
 Jangan mengulang pertanyaan. Jika suatu pertanyaan telah diajukan pada satu bagian, sebaiknya tidak ditanyakan pada bagian lain.
 Hindari istilah-istilah "bias" dalam pertanyaan. Sebaiknya disusun istilah-istilah baku yang banyak digunakan. - pertanyaan yang positif.
 Pertanyaan yang kongkret, artinya tidak berbunga-bunga
 Menempatkan pertanyaan-pertanyaan yang sensitif di akhir kuesionair. Hal ini dimaksudkan untuk membina "rapport".
 Kejar terus pertanyaan (further investigate) untuk memperoleh data yang detail. Dengan tetap menjaga "rapport" dan kesopanan, pewawancara yang baik adalah yang bisa mengungkap lebih dalam tentang informasi yang disampaikan responden. - pertanyaan yang tepat.
 Susun pertanyaan secara efektif tetapi juga estetik.
Menurut Finterbusch dan kawan-kawan (1983: 98) survai yang dilakukan dengan wawancara yang dipandu dengan kuesionair dapat menghasilkan data dengan kualitas yang tinggi. Hal ini karena beberapa hal. Pertama, pewawancara dapat mengetahui apakah pertanyaan dapat dipahami oleh responden dan apakah jawaban yang diberikan responden relevan dengan pertanyaan. Kedua, pewawancara dapat menanyakan lebih lanjut tentang jawaban yang diberikan responden dalam rangka melakukan "further investigation". Ketiga, kehadiran pewawancara akan mempercepat penyelesaian jawaban atas kuesionair. Beberapa kelebihan ini nampak jika dibandingkan dengan kuesionair yang dikirim kepada responden tanpa wawancara langsung.
Kendatipun demikian wawancara langsung juga memiliki kelemahan. Responden cenderung menjawab seperti apa yang diinginkan oleh pewawancara. Contohnya, jika responden memiliki kesulitan menjawab pertanyaan tentang besarnya pendapatan, mereka cenderung menyerahkan saja jawabannya kepada pewawancara. Atau juga pertanyaan tentang seberapa besar tingkat kegotongroyongan masyarakat, responden akan menjawab sesuatu yang baik, misalnya "ya, sering sekali" dan "semua ikut kerja bakti". Ada kecenderungan bagi responden untuk tidak ingin diketahui tentang sesuatu yang kurang baik tentang lingkungannya.
Agar terjadi respon dan jawaban yang wajar, pewawancara hendaknya melakukan "rapport" dengan responden. Menghindari sikap formal dan seyogyanya tidak melakukan wawancara secara massal. Misalnya mengumpulkan responden di balai kelurahan dan mewawancarainya secara bersama. Berikut ini disajikan contoh kuesionair (daftar pertanyaan) untuk aspek sosial AMDAL PLTGU di Jawa Tengah.

POLA HUBUNGAN SOSIAL
1. Menurut Bapak/Ibu, apakah di sini masih ada kegiatan yang dilakukan bersama-sama oleh warga ?
1. Ya, ada.
2. Tidak ada (ke p. 6).
2. Jika ya, kegiatan apa saja ?
1. Kerja bakti membersihkan lingkungan.
2. Memperbaiki perahu.
3. Memperbaiki rumah.
4. Perhelatan / kematian.
5. Lainnya
3. Menurut Bapak/Ibu, bagaimanakah keberadaan kegiatan bersama- sama yang dilakukan oleh warga sekarang ini?
1. Sama saja.
2. Semakin berkurang.
3. Semakin baik.
4. Jika semakin berkurang, apa sebabnya ? ...............................................
5. Jika semakin baik, apa sebabnya ? .............................................................
6. Pertemuan apa saja yang masih ada di sini ?
1................................. Frek
2................................. Frek
3................................. Frek
4................................. Frek
5................................. Frek
6................................. Frek
7................................. Frek

PERSEPSI MASYARAKAT
1. Apakah Saudara mengetahui bahwa di sini akan dibangun lagi PLTGU
1. Tahu
2. Tidak tahu (ke p.3).
2. Jika mengetahui, dari siapa informasi anda peroleh ?
1. Pegawai PLN
2. Pamong Kelurahan
3. Perum Pelabuhan
4. Saudara/ famili
5. Surat kabar/ radio
6. Lainnya

3. Bagaimana sikap Saudara terhadap rencana pembangunan PLTGU tersebut?
1. Setuju
2. Tidak setuju (ke p.5).
3. Terserah pemerintah.
4. Apabila setuju, apa alasan Saudara ?
1. Sebagai tanda partisipasi dalam pembangunan
2. Karena program pemerintah
3. Karena pembangkit yang sudah ada tidak mengganggu kenyamanan tinggal di sini.
4. Lainnya
5. Apabila tidak setuju, apa alasan Saudara ?
1. Akan kehilangan rumah, tanah atau harta benda lain.
2. Menimbulkan dampak lingkungan yang negatif
3. Pembangkit yang sudah dibangun mengganggu kenyamanan di sini karena suaranya bising.
4. Lainnya
6. Menurut pandangan Bapak/Ibu, bagaimanakah keberadaan pembangkit yang telah ada sekarang ini ?
1. Tidak mengganggu.
2. Suara bising sangat mengganggu.
3. Suara bising cukup mengganggu.
4. Gas yang dikeluarkan cukup mengganggu.
5. Lainnya
7. Hingga kini (tahun 1994) sudah berapa kali Bapak/Ibu terkena pembebasan proyek ?
1. 1 kali (sekarang)
2. 2 kali, sebutkan proyek apa
3. 3 kali, sebutkan proyek apa
4. 4 kali, sebutkan proyek apa
8. Berapa nilai ganti rugi untuk masing-masing harga kekayaan Bapak/Ibu tersebut :
Nilai ganti rugi : Harga Umum/lokal
1. Rumah ukuran/luas : Rp Rp
2. Pekarangan luas : Rp Rp
3. Tanah sawah : Rp Rp
4. Tanah tambak : Rp Rp
5. Lainnya : : Rp Rp

9. Terhadap penetapan besarnya nilai ganti rugi bagaimana pendapat Bapak/Ibu ?
1. Terlalu tinggi
2. Memadai
3. Rendah
4. Terlalu kecil
10. Menurut Bapak/Ibu bagaimana prosedur penetapan pembebasan ?......................... ..............................................................

Format kuesionair di atas termasuk kuesionair yang ringkas. Kendatipun demikian, ada beberapa data yang telah terkumpul tidak relevan digunakan. Hal penting yang harus diingat oleh peneliti adalah senantiasa bertanya apakah data yang dihimpun melalui setiap item kuesionair akan relevan untuk digunakan?.
Wawancara
Wawancara dapat dilakukan dengan beberapa cara:
 Wawancara bebas tanpa daftar atau pedoman pertanyaan. Dalam studi dampak sosial, wawancara bebas bisa dilakukan pada waktu peninjauan di lapangan (pra survai) di mana para peneliti menginventarisir issu dan concerns. Wawancara bebas demikian oleh Armour (1988) disebut sebagai "walk and talk".
 Wawancara dengan menggunakan pedoman pertanyaan. Pedoman pertanyaan hanya digunakan sebagai panduan, sehingga jawaban dari responden atau nara. sumber bersifat terbuka. Dalam studi dampak sosial, wawancara dengan menggunakan pedoman pertanyaan digunakan untuk menghimpun data dari para tokoh masyarakat atau pamong desa. Informasi yang dihimpun dari nara sumber itu merupakan informasi yang bersifat umum tentang lingkungan misalnya kondisi lingkungan (apakah sering banjir, bagaimana tipe masyarakat lokal: mudah digerakkan untuk gotong royong atau kerja bakti, tanggapan terhadap ide-ide baru dan sebagainya). Keterangan-keterangan demikian biasanya lebih valid kalau dihimpun dari tokoh masyarakat dan pamong desa. Ada kemungkinan informasi dari masing-masing nara sumber akan berbeda, maka para peneliti yang harus pandai merekonsiliasi data. Di bawah ini disajikan contoh pedoman pertanyaan untuk penelitian aspek sosial ANDAL Kawasan Industri di Genuk, Semarang

PEDOMAN WAWANCARA
PENELITIAN ASPEK SOSIAL ANDAL KONSTRUKSI BANK NTT
KUPANG, NTT

Pedoman Pertanyaan ini ditujukan untuk:
1. Pemrakarsa Proyek
2. Tokoh Masyarakat
3. Masyarakat

1. Pedoman Wawancara untuk Pemrakarsa Proyek
a. Latar belakang dan tujuan proyek pembangunan kawasan industri
b. Studi-studi yang telah dan akan dilaksanakan
c. Dasar pertimbangan pemilihan lokasi
d. Proses penentuan lokasi
e. Instansi yang terlibat
f. Masukan dari masyarakat
g. Proses pemindahan penduduk
h. Masalah-masalah yang dihadapi
i. Program Evaluasi
j. Program Monitoring.

2. Pedoman Wawancara untuk Tokoh Masyarakat
a. Pandangan dan Persepsi masyarakat terhadap proyek
b. Persepsi terhadap proses pembebasan lahan
c. Persepsi terhadap lingkungan baru
 Lebih menyenangkan
 Tidak menyenangkan
d. Jika lebih menyenangkan, kenapa ?
e. Jika tidak menyenangkan, kenapa ?
f. Perubahan struktur keluarga
g. Perubahan pola hubungan sosial
h. Masalah-masalah apa yang dihadapi masyarakat dengan adanya kawasan industri
i. Menurut tokoh masyarakat, bagaimana sebaiknya proses pembebasan lahan dilakukan
j. Menurut tokoh masyarakat, bagaimana sebaiknya proses pemukiman itu dilakukan.

3. Pedoman Wawancara untuk Masyarakat.
a. Jenis Pekerjaan
 Menyenangkan
 Tidak menyenangkan
b. Kondisi rumah
luas rumah
luas pekarangan
dinding
atap
lantai
ventilasi
kamar
c. Kondisi lingkungan baru
 Kondisi jalan masuk kampung
 fasilitas sekolah
 fasilitas ibadah
 fasilitas penerangan
 transportasi umum
 pasar
 puskesmas
 pembuangan sampah
 pos perondan

d. Persepsi terhadap lingkungan
Menyenangkan:
Tidak menyenangkan:
 polusi udara
 polusi air
 lalu lintas

e. Pola hubungan sosial
 Apakah responden saling bantu membantu sesama tetangga
 Jika ya dalam hal apa
 Jika tidak kenapa
 Apakah ada kegiatan bersama di dalam masyarakat
 sambatan; dalam hal apa
 gotong royong; mengerjakan apa
 Tradisi di tempat yang masih dilakukan dan tidak dilakukan
 nyadran
 syuran
 bersih desa
 metik
 wiwit
Kenapa masih dilakukan
 Jika tidak dilakukan lagi, kenapa ?

f. Kesehatan Masyarakat
 Selama tinggal di dekat kawasan industri, apakah sering ada anggota keluarga yang sakit
 Jika ada, menurut responden kenapa ?
 Sumber air
 Cara pembuangan sampah & limbah rumah tangga
 Wawancara dengan menggunakan daftar pertanyaan
Jenis wawancara ini banyak digunakan oleh peneliti sosial termasuk peneliti studi dampak sosial seperti diuraikan di atas tentang teknik kuesionair (survai). Menurut Irawati Singarimbun (1978: 1) ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam wawancara dengan kuesionair ini, di antaranya adalah mutu daftar pertanyaan, kepribadian pewawancara, kemampuan pelaksana atau koordinator survai.
 Mutu Pertanyaan
Kuesionair dijabarkan dari komponen lingkungan sosial budaya yang dianggap relevan. Jadi hanya data yang dibutuhkan untuk menggambarkan komponen lingkungan yang dihimpun.
 Kepribadian Pewawancara
Ketrampilan wawancara berkenaan dengan pendekatan yang dilakukan oleh pewawancara kepada nara sumber atau responden. Pendekatan yang baik adalah yang menggunakan bahasa responden. Pewawancara juga diharapkan mampu membawa diri yang tercermin dalam tutur kata, penampilan dan cara berpakaian. Penampilan pewawancara sebaiknya tidak menyolok. Hendaknya sesuai dengan tugasnya sebagai petugas lapangan penelitian.